Di zaman peradaban yang kini sudah
berubah menjadi serba-serbi mengandalkan media oleh sebagian masyarakat, kini
media massa bukan saja menjadi ikon zaman, namun juga menunjukkan betapa
perkembangan information and communication
technology begitu pesat di Indonesia. Jumlah pengguna Internet pun
melonjak dari tahun ke tahun. Tren baru itu juga membawa perubahan pola
konsumsi masyarakat terhadap media di negeri ini. Riset yahoo.com menyebutkan bahwa telah
terjadi lonjakan yang pesat dalam pengaksesan berita online, di sisi lain, jumlah pembaca media cetak menurun.
Melihat
perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap media, sepertinya sudah diprediksi,
maka segera ditangkap oleh pemilik modal di sektor media massa. Mereka tentu
ingin lebih melebarkan konglomerasi media, sebelum media tersebut dapat kapan
saja hilang atau sudah tidak produktif, karna perkembangan tren teknologi yang
mungkin akan dapat lebih produktif. Dan benar saja, kita dapat melihat bukti
nyata hampir semua konglomerasi media memiliki portal berita online. Media cetak, radio, televisi,
hingga online melengkapi kepemilikan
oleh mereka para pemilik Media.
Bentuk
konglomerasi ini tentunya sudah terjadi di Indonesia, ketika
kita atau banyak orang yang membicarakan media massa terutama Televisi maka
kita akan dapat menarik garis besar kepemilikan yang berpusat pada segelintir
orang sebut saja PT Media Nusantara Citra,Tbk (MNC Group) yang memiliki
RCTI, MNC TV, Global TV, Radio Trijaya, Koran Seputar Indonesia, Okezone.com
dan Indovision. MNC Group ini dimiliki oleh Hary Tanoesoedibyo yang tidak saja
sebagai seorang pengusaha tetapi juga tokoh politik.
Kemudian Chairul Tanjung pemilik, Trans TV, Trans7 dan Detik.com
yang juga menaungi beberapa perusahaan dibidang Perbankan, Pasar Modal,
Pembiayaan, Asuransi, Perhotelan, Property dan Retail. Surya
Paloh juga memiliki Metro TV dan Media Indonesia yang bernaung dibawah Group
Media Indonesia. Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie memiliki TV One, ANTV
dan Vivanews.com.
Tentu Aburizal tidak sendiri. Ada Erick Thohir, yang memimpin PT Visi Media Asia, induk perusahaan media Bakrie. Sementara Erick, adik kandung Boy Garibaldi Thohir salah satu pemilik perusahaan pertambangan Adaro adalah pemilik Jak-TV dan kelompok usaha Mahaka di antaranya mengelola Republika dan jaringan radio Prambors. Surya Paloh dan Aburizal Bakrie adalah pemilik dua perusahaan besar tersebut sebagai pelaku binis dan sekaligus tokoh politik di Indonesia.
Tentu Aburizal tidak sendiri. Ada Erick Thohir, yang memimpin PT Visi Media Asia, induk perusahaan media Bakrie. Sementara Erick, adik kandung Boy Garibaldi Thohir salah satu pemilik perusahaan pertambangan Adaro adalah pemilik Jak-TV dan kelompok usaha Mahaka di antaranya mengelola Republika dan jaringan radio Prambors. Surya Paloh dan Aburizal Bakrie adalah pemilik dua perusahaan besar tersebut sebagai pelaku binis dan sekaligus tokoh politik di Indonesia.
Kepemilikan
banyak media di satu grup bukan saja maraih keuntungan finansial namun juga berpotensi
untuk mendominasi opini publik, karena media massa sekarang merupakan sebuah
arus utama informasi masyarakat di Indonesia. Dapat dilihat bahwa pemilik dari
penguasa media rata-rata adalah tokoh politik, terutama televisi. Sudah kita
rasakan dampaknya bukan? pengaruh besar kolaborasi penguasa media dengan partai
politik salah satunya. Informasi saat ini yang diberikan dari media tersebut
cenderung bias. Pembodohan publik bahkan sudah terjadi melalui media yang tidak lagi berpihak pada masyarakat lantaran
harus melindungi kepentingan politik pemilik atau pengelolanya untuk memuluskan
dalam hal perpolitikan melalui media. Sesuatu yang sangat naif jika media yang
dimiliki politisi masih mengatakan bisa independen, pasti akan ada campur
tangan pemilik ,baik itu kepentingan ekonomi, politik dan ideologi
sang pemilik, sehingga sulit bagi masyarakat untuk mencari informasi dan
tayangan yang netral dan realitas yang sesungguhnya. Dengan kondisi ini maka
terlihat jelas Konglomerasi media memiliki peran penting dalam menyaring
informasi dan tayangan apa saja yang boleh dan tidak boleh disampaikan kepada
masyarakat. Padahal salah
satu hak yang harus didapat masyarakat dari media adalah mereka mendapatkan
keanekaragaman informasi.
Sejumlah
kalangan pasti sangat khawatir dengan perkembangan konglomerasi dalam
kepemilikan media massa belakangan ini di Indonesia. Konglomerasi kepemilikan itu sudah sampai
pada tahap mengancam kebebasan pers. melemahkan kontrol jurnalistik yang berkaitan
erat dengan kebebasan pers. Kebebasan menjadi milik mereka yang menguasai pers/
media. Perusahaan juga dirasai sangat alergi terhadap keberadaan himpunan pekerja
media massa yang ada.
Beberapa
tahun silam Ignatius Haryanto, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan
Pembangunan (LSPP) menilai akibat dari
konglomerasi dan kekuasaan modal yang semakin tak terbendungkan
, keberadaan pemilik media massa di ruang redaksi menjadi sangat dominan.
Bahkan mampu mencengkeram media massa, yang sebenarnya selama ini bersikap
independen. praktik konglomerasi perusahaan media massa juga menciptakan
berbagai kondisi merugikan lain, terutama ketika media massa kemudian hanya
dijadikan sekadar wadah demi kepentingan politik dan bisnis sang pemilik modal.
Sebagai gambaran yang pernah terjadi , seorang konglomerat media menguasai
dua televisi siaran, satu surat kabar, dan satu chanel radio. Ketika sang
konglomerat tersangkut kasus korupsi, semua media yang dimilikinya tidak akan
memberitakan perkara korupsi tersebut. Andai dia hanya menguasai satu televisi,
mungkin hanya televisi miliknya yang tidak memberitakan, tetapi media-media
lainnya akan memberitakannya. Dapat dikatakan, makin banyak media yang dikuasai
oleh segelintir konglomerat, makin banyak pula media yang lemah kontrol jurnalistiknya terhadap sang pemilik. Disisi
lainnya, pemilik media punya kekuasaan untuk mewajibkan media yang dimilikinya
untuk menayangkan berita yang menguntungkan dirinya, mesti berita tersebut
tidak memiliki nilai jurnalistik sama sekali.
Sekitar setahun silam dalam rapat
redaksi RCTI , Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sulingga marah besar saat mengetahui
kepentingan politik bos MNC Group di salah satu pasangan capres diketahui
publik. Arya Sulingga tidak dapat membendung kemarahannya karena kebijakan redaksi RCTI bocor ke luar.
Meski demikian hal ini tidak menghentikan langkahnya. Semua Eksekutif Produser
sebagai penanggung jawab program RCTI diinstruksikan oleh Pemimpin Redaksi dan
Wakil Pemimpin Redaksi (Eddy Soeprapto) untuk tidak menayangkan berita korupsi
dana haji dengan tersangka Suryadharma Ali (SDA) di Seputar Indonesia, yang
terjadi kisar bulan Mei tahun lalu. Serta tidak memberi ruang kepada KPK
dalam kasus ini.
Budi Mulyawan mantan anggota DPRD DKI Jakarta, yang pada saat itu menjadi Koordinator Nasional Jokowi Keren (JOKER) Indonesia ikut angkat bicara dan menilai, beliau melihat RCTI sebagai media nasional ternama di Indonesia yang seharusnya bersikap netral dan tidak mengganggu kebijakan Pemimpin Redaksi RCTI yang masih dirasakan independen oleh para pemirsanya. Menurut Budi, soal pemberitaan Pemilu 2014 maupun pemberitaan lain, media itu seharusnya berpihak pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia. “Terlebih lagi ini masalah pemberantasan korupsi. Media harus pada posisi terdepan dan bersikap netral dan bebas dari tekanan siapapun,” ungkap Budi, dikutip dari SICOM. Saat itu Budi Mulyawan menegaskan akan menyampaikan hal tersebut ke dewan pers agar memberikan tindakan dalam bentuk teguran maupun pemanggilan untuk mengklarifikasi atas kebijakan bos MNC Group Hari Tanoesudibyo. Beliau juga menegaskan untuk dewan pers harus menegur menegur kebijakan bos MNC Group , bila tidak beliau berharap kepada dewan redaksi RCTI wajib mengevaluasi jabatan yang disandang Pemimpin Red RCTI tersebut. Lebih lanjut Budi mengajak kepada seluruh media masa nasional baik online, cetak maupun elektronik untuk bersatu dan merapatkan barisan demi untuk membantu kawan redaksi RCTI yang berjuang menegakkan independensi. “Ayo lawan konglomerasi media. Frekuensi adalah milik publik,” Ungkapnya.
Budi Mulyawan mantan anggota DPRD DKI Jakarta, yang pada saat itu menjadi Koordinator Nasional Jokowi Keren (JOKER) Indonesia ikut angkat bicara dan menilai, beliau melihat RCTI sebagai media nasional ternama di Indonesia yang seharusnya bersikap netral dan tidak mengganggu kebijakan Pemimpin Redaksi RCTI yang masih dirasakan independen oleh para pemirsanya. Menurut Budi, soal pemberitaan Pemilu 2014 maupun pemberitaan lain, media itu seharusnya berpihak pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia. “Terlebih lagi ini masalah pemberantasan korupsi. Media harus pada posisi terdepan dan bersikap netral dan bebas dari tekanan siapapun,” ungkap Budi, dikutip dari SICOM. Saat itu Budi Mulyawan menegaskan akan menyampaikan hal tersebut ke dewan pers agar memberikan tindakan dalam bentuk teguran maupun pemanggilan untuk mengklarifikasi atas kebijakan bos MNC Group Hari Tanoesudibyo. Beliau juga menegaskan untuk dewan pers harus menegur menegur kebijakan bos MNC Group , bila tidak beliau berharap kepada dewan redaksi RCTI wajib mengevaluasi jabatan yang disandang Pemimpin Red RCTI tersebut. Lebih lanjut Budi mengajak kepada seluruh media masa nasional baik online, cetak maupun elektronik untuk bersatu dan merapatkan barisan demi untuk membantu kawan redaksi RCTI yang berjuang menegakkan independensi. “Ayo lawan konglomerasi media. Frekuensi adalah milik publik,” Ungkapnya.
Contoh lainnya, banyak cerita menarik pada
Pilpres 2014 lalu, dalam pemberitaa televisi, radio, media cetak, maupun berita online di Indonesia yang
bertransformasi menjadi pendukung Capres tertentu .Dukungan berbeda antara
pemilik kedua stasiun televisi berita tvOne
dan MetroTV tampak pada pemberitaan. Pemilik MetroTV,Surya Paloh dikenal sebagai
ketua umum Partai NasDem yang mendukung Jokowi- Jusuf Kalla. Sementara pemilik tvOne
, Aburizal Bakrie memberikan
dukungan kepada Prabowo. Bahkan ada juga pemilik televisi yang mendukung
Prabowo yaitu Hary Tanoesoedibjo yang dikenal
menguasai tiga televisi RCTI, GlobalTV, dan MNC TV. Publik dapat menilai kemana arah media
tersebut dalam pemberitaannya , siapa yang didukung dan siapa yang diopinikan
negatif . Dukungan dapat dilihat dari jumlah berita yang diberitakan tentang
Capres tersebut, dari cara menayangan ( pada Tv ), cara penyampaian berita,
pemilihan narasumber, sampai pada pemilihan gambar yang ditampilkan. Misalnya pada
hari yang sama , MetroTV menayangkan pendaftaran duet capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla , tvOne
memilih menyiarkan langsung deklarasi Prabowo-Hatta.
Dari
pengamatan saya sebagai pemerhati media, maka di bawah ini saya sebutkan daftar
media arus utama yang memihak kepada Capres tertentu, pada Pemilu 2014 lalu.
A.
Media TV
1. Media TV pendukung Jokowi: Metro TV
2. Media TV pendukung Prabowo: TV One, Anteve, semua TV di bawah MNC Group (Global TV, RCTI, MNC Tv )
1. Media TV pendukung Jokowi: Metro TV
2. Media TV pendukung Prabowo: TV One, Anteve, semua TV di bawah MNC Group (Global TV, RCTI, MNC Tv )
B.
Media Cetak
1. Suratkabar pendukung Jokowi: Semua media di bawah Kompas-Gramedia (Kompas, Tribun), media di bawah Dahlan Iskan (Jawa Pos group), Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Media Indonesia, Koran Tempo.
2. Suratkabar pendukung Prabowo: Inilah Koran, Koran Sindo.
3. Majalah berita pendukung Jokowi: Tempo
4. Majalah berita pendukung Prabowo: tidak ada
1. Suratkabar pendukung Jokowi: Semua media di bawah Kompas-Gramedia (Kompas, Tribun), media di bawah Dahlan Iskan (Jawa Pos group), Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Media Indonesia, Koran Tempo.
2. Suratkabar pendukung Prabowo: Inilah Koran, Koran Sindo.
3. Majalah berita pendukung Jokowi: Tempo
4. Majalah berita pendukung Prabowo: tidak ada
C.
Media Daring
1. Media daring pendukung Jokowi: Detik.com, Kompas.com, Tribunnews.com
2. Media daring pendukung Prabowi: Vivanews.com, Okezone.com, Inilah.com
1. Media daring pendukung Jokowi: Detik.com, Kompas.com, Tribunnews.com
2. Media daring pendukung Prabowi: Vivanews.com, Okezone.com, Inilah.com
Media diatas
terus menerus bersaing dalam pemberitaan hingga pemilihan umun usai, saling
menjaga pecintraan Capres yang mereka dukung dan terkadang memberitakan hal
negatif kepada Capres yang tidak mereka dukung. Sehingga pada kondisi ini publik dibingungkan, sebab
hampir tidak ada televisi yang netral.
Dengan
adanya Konglomerasi Media , sepertinya Komunikasi Media sudah kehilangan arti
dari yang sebenarnya. Untuk dipahami berikut adalah dasar pengertian komunikasi menurut para ahli yang saya
ketahui :
Theodore M. Newcomb:
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”
Carl I. Hovland:
“Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”Everett M. Rogers:
“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”
Carl I. Hovland:
“Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”Everett M. Rogers:
“Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”
Harold Lasswell:
Who Says What In Which Channel to Whom With What Effect? Atau Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Pengaruh Bagaimana?
TEORI
– TEORI KOMUNIKASI MASSA
1.TEORI PELURU
(BULLET THEORY)
Dijelaskan dalam teori
peluru ini media dianggap sebagai orang yang lebih pinter dibandingkan
khalayakbisa dikelabui sedemikian rupa dari apa yang disiarkan oleh media.
Sehingga teori peluru ini sama dengan teori IPS ( ilmu pengetahuan sosial) yang
dmana setiap pesan media yang disampaikan oleh media akan berdampak dan
menimbulkan sebab akibat. Contohnya: Adanya adegan bergenre action seperti film
naruto atau film-film lainna,yang banyak adegan actionnya,sehingga hal ini
berpengaruh terhadap perilaku-perilaku anak-anak dalam kehidaupan
sehari-harinya. Apabila mereka berkelahi tak jarang mereka meniru atau
melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakuakan oleh artis atau
aktornya dalam film tersebut.
2.
TEORI JARUM SUNTIK (HYPODERMIC NEEDLE THEORY)
Teori
ini merupakan teori yang dapat membuat manusia atau khalayak terpengaruh
perilakunya dengan beritanya maupun iklan,sehingga dapat juga dijelaskan oleh
teori IPS ini dimana sebab akibat media
itu. Contohnya: Perang antara Amerika Serikat dan Spanyol pada tahun
1898,merupakan kejadian yang didorong oleh koran yang diterbitkan oleh William
Randolph Hearst. Koran yang memberitakan tenggelamnya kapal peang Amerika
Serikat yang bernama Maine,di Havana Harbor merupakan ulah tentara Spanyol
dengan sangat besar dan terkesan berlebihan ,sehingga perangpun tidak dapat
terhindarkan. Dan kapal perang Amerika Serikat yang tenggelam tersbut bukanlah
karena tentara spanyol.
3
.TEORI KULIVASI (CULTIVACTION THEORY)
Suatu teori tentang
nilai-nilai yang disalurkan ketelevisi-televisi di masing-masing rumah dan
khalayak. Khalayak tersebut menganggap
bahwa apa yang disampaikan oleh media itu sesuai dengan apa yang terjadi
di dalam masyarakat atau kehidupan pada nyatanya. Penjelasan tersebut berkaitan
dengan teori IPS,mengapa? Karena menjelaskan dampak sosial dan nilai sosial
yang menjadi sebab akibat khalayak terpengaruh oleh media.
4.TEORI
IMPERIALISME BUDAYA (CULTURAL IMERIALISM THEORY)
Dalam teori ini dijelaskan
bahwa media barat lebih mendominasi acara-acara di dalam televisi swasta di
Indonesia,sehingga media massa yang ada di Indonesia meniru atau terpengaruh
oleh media asing. Hal ini berdampak terhadap budaya yang ada di Indonesia yang
sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam teori kultural,yang dimana media mempengaruhi
budaya atau menciptakan budaya baru.
5.TEORI
PERSAMAAN MEDIA (MEDIA EQUATION THEORY)
Dimana khalayak atau
manusia menganggap media sebagai orang,ada sebuah tayangan yang sedih,dia
justru merasa senang atau justru merasa marahh,sebagai contohnya kasus Nenek
Minah yang dijatuhi hukuman kurungan 1,5 bulan penjara akibat perbuatannya
memungut biji coklat. Seakan-akan teori persamaan media ini berkaitan dengan
teori common sense (Akal Sehat) ,bahwa pengetahuan atau gagasan yang dimiliki
oleh setiap orang pada kadarnya berbeda-beda.
6.TEORI
KEHENINGAN (SPIRAL OF SILENCE THEORY)
Didalam teori ini manusia
lebih berasumsi pada mayoritas dan menekan minoritas. Mereka yang berada
dipihak minoritas akan beranggapan kurang tegas dalam mengemukakan pandangannya.
Seseorang yang sering merasa perlu menyembunyikan sesuatunya ketika berada
dalam kelompok mayoritas. Sebaliknya,mereka yang berada dipihak mayoritas akan
merasa percaya diri dengan pengaruh dari pada dengan mereka dan terdorong untuk
menyampaikannya kepada orang lain. Dengan demikian maka teori keheningan ini
berkaitan dengan teori keritik,dimana manusia lebih memilih kedamaian dan
kebebasan dalam sebuah golongan atau kelompok.
7.TEORI
PENGGUNAAN DAN PEMENUHAN KEPUASAAN (USES AND GRATIFICATION)
Teori
uses and gratification ini berkaitan dengan teori praktis,dimana dalam teori
tersebut dijelaskan bahwa khalayak sangat membutuhkan kegunaan tayangan
sepakbola saat musim Liga Bola,untuk memenuhi kepuasaan akan media
tersbut,dengan demikian maka,tayangan yang lain akan dilupakan dan dipindahkan
ketayangan sepakbola tersebut.
8.TEORI
PENENTU AGENDA(AGENDA SETTING THEORY)
Teori
agenda setting ini beraitan dengan teori kritis,dimana dalam teori tersebut
dijelaskan bahwa setiap media dianggap penting oleh khalayak untuk penentuan
kebenaran informasi kedalam agenda publik,sehingga kehadiran media bisa
mempengaruhi hukum pemerintahan. Contohnya seperti pemilihan presiden 2014,maka
media televisi akan digunakan sebagai media kampanye atau politik,dalam penentu
agenda publinya sangat kuat.
9.TEORI
DETERMINISME TEKNOLOGI (TECHNOLOGICAL DETERMINISM THEORY)
Dalam
teori ini dijelaskan perubahan media teknologi informasi sangat penting bagi
kehidupan manusia dijaman sekarang ini,maka teori ini juga berakitan dengan
teori akal sehat dimana media dianggap benda hidup. Contohnya seperti fenomena
munculnya smartphone yang sedang marak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada
saat ini.
10.TEORI
DIFUSI INOVASI
Teori
defusi inovasi berkaitan dengan teori kultural,mengapa saling berkaitan? Karena
didalam teori ini menjelaskan suatu ide atau teknologi baru yang
dikomunikasikan melalaui saluran-saluran teelevisi kemasing-masing televisi
diseluruh dunia dengan jangka waktu yang ditentukan dalam sebuah kebudayaan
atau sisitem sosial. Dengan demikian maka hal ini mempengaruhi
kebudayaan,bahkan membuat atau menciptakan kebudayaan baru.
televisi
menghadirkan cara untuk memandang dunia; Televisi adalah sebuah sistem
penceritaan yang tersentralisasi. Melebihi penghalang historis buku dan
mobilitas, televisi telah menjadi sumber menjadi sumber umum dari sosialisasi
dan informasi sehari-hari (terutama hiburan) dari populasi yang heterogen. Gerbner menyebutkan pengaruh ini
dengan pengembangan krn televisi diyakini sebagai agen penyetara budaya atua
mengembangkan suatu budaya. Analisis pengembangan berkaitan dengan keseluruhan
pola yang dikomunikasikan secara kumulatif oleh televisi dalm periode
ketrbukaan yang panjang bukan oleh isi atau pengaruh tertentu.
PENGERTIAN MEDIA MASSA
Pengertian media massa sendiri adalah
sebagai sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas
misalnya radio, televisi, dan surat kabar” , Menurut Leksikon Komunikasi. Media adalah
bentuk jamak dari medium yang
berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau
kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau
alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain
(Soehadi, 1978:38).Yang termasuk media massa terutama adalah suratkabar,
majalah, radio, televisi, dan film sebagai The
Big Five of Mass Media (Lima Besar Media Massa), juga internet yang
berkembang pasa saat i ni (cybermedia, media online).
Peran Media Massa
Denis
McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama
ini, yakni:
1. Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
2. Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3. Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4. Wahana pengembangan kebudayaan –tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.
5. Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.
1. Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
2. Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3. Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4. Wahana pengembangan kebudayaan –tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.
5. Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.
Karakteristik Media Massa
- Publisitas, yakni disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak.
- Universalitas, pesannya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum).
- Periodisitas, tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
- Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbit.
- Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.
Karakteristik
Media Massa menurut Cangara (2006):
- Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.
- Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
- Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama.
- Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.
- Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa
Fungsi Media Massa
Fungsi
media massa sejalan dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para
ahli sebagai berikut.
Harold D. Laswell:
Harold D. Laswell:
- Informasi (to inform)
- Mendidik (to educate)
- Menghibur (to entertain)
Fungsi Media
Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers:
- Menginformasikan (to inform)
- Mendidik (to educate)
- Menghibur (to entertain)
- Pengawasan Sosial (social control) –pengawas perilaku publik dan penguasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar